Skip to main content

When some word means different to the different human

Somehow I don't like it when some of my journey to be considered as 'berjuang'. My mom says, "berjuang" everytime we talked about some moments when I let go of something to get something else bigger. She says this repeatedly, even after I show an uncomfortable face. It just doesn't feel right. I don't think that everything she said is worth to be considered as a fight or battle. 

Am I ever sacrifice something precious to me? Yes. 

Am I do it under pressure? Not always.

Am I feel lost after 'pays' something I want? No.

Am I trying super hard until get into fight or flight mode? Not for something I choose, not for something my mom always talk to.


And then I asked myself, why am I feel uncomfortable for what my mom said?

I have my own definition for 'berjuang' means. It's like putting all of my own strength into something that makes me cracked, so much pain, barely to get up or even walk, drained energy, for something quiet normal for other people. It happens when I or we have different story 360° with others

'Berjuang' in my life happens when,

I got bullied in school 

No one believes my pain after I'm telling them, including my mom

When it feels harder to go to school, as if it's gonna drain do much energy, and it really is.

It feels so hard to go to the place where the environment let bullying happen and ignore them. 

When meeting friends no longer feels like home, but burden. 

I barely be able to stand up, to walk through the crowd whose think that bully is cool enough to push up the superiority feeling. 

When my my school grades dropped.

When I feel low but still trying to go on.

When it happens right after my parents get divorce.

When I found out the reason why my dad didn't really care and talk something bad about me because he didn't love me at the very first place. 

When my mom unstable emotionally and committing violence against me.

When I'm still a child. An eighth years old. 

That's all happened with so much wound and I still keep going. 

Still trying so hard to live the life I don't think comfortable. 

That's the kind of journey that I considered as 'berjuang'.


So when my mom says that buying expensive book with my own money for get into college get considered as 'berjuang', I don't like it. 

Because I choose this path. My heart isn't heavy when I spend my money for that book. That action bring me closer to the life I want. Not on the fight or flight mode. Not under pressure. I choose consciously and fully. There's no regrets. And I call this as my process. I didn't berjuang, I'm on progress. Allah really help me to make it feel easy. 

I have my part of life when I really 'berjuang'. But get into college? Choose psychology? It is Allah's permission, Allah's help, Allah's making it easy, so I attract it. With less pressure. 

Why am I considered 'berjuang' as a kind of heavy side?

Cuz I ever faced the worst. And I think, the darkest of mine more worthy to be said as 'perjuangan'. My darkest time is when I trying to keep alive day by day, with some readiness for whatever comes. It's so much heavier than living my stable life and chasing dreams. I respect myself for all of that, but I'm proud of myself that I'm be able to go through that darkest journey.


23 March 2026

Comments

Popular posts from this blog

UNTUK APA KITA BELAJAR?

UNTUK APA KITA BELAJAR? Kali ini, kita akan membahas mengenai 'Untuk apa kita belajar?'. Sebelum itu, saya ingin bertanya terlebih dahulu. Apakah kamu bagian dari tim yang suka belajar? Atau kamu bagian dari tim yang kurang suka belajar? Umumnya, orang-orang menilai bahwa belajar adalah hal yang dilakukan di sekolah. Membaca, memahami, dan mendengarkan penjelasan guru. Mungkin, bagi beberapa orang hal ini sangat membosankan. Toh, materi itu tidak akan berguna di dunia pekerjaan nanti. Eits , tunggu dulu! Belajar itu bukan hal yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja, kamu bisa melakukannya di mana pun kamu berada. Untuk kamu yang termasuk bagian dari kalangan introvert , kamu bisa belajar sendiri di rumah secara otodidak. Justru, power introvert biasanya terletak di sini. Kalau sudah serius, pencapaian seorang intr o vert gak main main, lho! Kalau ekstrovert , kamu bisa belajar di luar rumah. Misalnya di cafe , di taman, pokoknya yang dilakukan bersama orang banyak. Biasanya k...

Early or Nocturnal

Berbicara tentang jam aktif tubuh, setiap orang pasti memiliki waktu yang berbeda-beda. Kalau saya sendiri lebih sering merasa produktif pada malam hari. Oke, ini cukup umum. Akan tetapi, produktif yang saya maksud di sini sedikit berbeda. Di malam hari saya merasa mampu melakukan sesuatu dengan sepenuhnya, namun terhalang oleh kapasitas energi manusia. Malam hari adalah waktu yang digunakan untuk beristirahat, bukan beraktivitas. Inilah cons -nya, keterbatasan tersebut yang membuat saya cukup frustasi dalam mengatur kegiatan agar dapat terlaksana secara efektif dan maksimal.  Produktif seperti apa sih yang saya maksud di sini? Baik, mari kita perjelas satu per satu. Saya adalah makhluk yang sangat tertarik dengan hal yang berhubungan dengan ide, fantasi, kebebasan, seni, dan masih banyak lagi. Termasuk ketika menulis artikel ini, saya melakukannya pada malam hari. Di atas jam tidur manusia pada umumnya. Meski begitu saya suka. Yah ... meskipun suka, saya belum berani melakukannya ...

3 Things That Make Me Happy

"Apa yang membuatku senang?" Sebuah pertanyaan sederhana yang berhasil menembus proses berpikirku. Entah karena pikiranku yang mendadak kosong atau hanya kebingungan bagaimana harus menjawab. Yang pasti membutuhkan waktu beberapa saat untuk menemukan jawabannya. Ya, sering kali kita lebih mengingat apa yang orang lain suka ketimbang diri sendiri. Padahal, diri sendiri juga berhak diperhatikan.  Kali ini aku akan mencoba menuliskan hal apa yang membuatku merasa senang. 1. Mencoba Hal Baru 'Tak bisa dipungkiri bahwa melakukan sesuatu yang baru sangat membuat antusias. Memang tidak semua orang merasakan hal yang sama. Namun, bukankah manusia memang diciptakan dengan keunikannya masing-masing? Bagiku, mencoba sesuatu yang baru terasa seperti meminum minuman baru. Menyenangkan, segar, unik, dan semakin bersemangat. Terlebih ketika menyangkut suasana, aku sungguh menyukai suasana baru. Alasannya karena aku merasa seolah sedang membuat Chapter baru dalam buku kehidupanku. Bisa ...