Skip to main content

UNTUK APA KITA BELAJAR?

UNTUK APA KITA BELAJAR?


Kali ini, kita akan membahas mengenai 'Untuk apa kita belajar?'. Sebelum itu, saya ingin bertanya terlebih dahulu. Apakah kamu bagian dari tim yang suka belajar? Atau kamu bagian dari tim yang kurang suka belajar?

Umumnya, orang-orang menilai bahwa belajar adalah hal yang dilakukan di sekolah. Membaca, memahami, dan mendengarkan penjelasan guru. Mungkin, bagi beberapa orang hal ini sangat membosankan. Toh, materi itu tidak akan berguna di dunia pekerjaan nanti.

Eits, tunggu dulu! Belajar itu bukan hal yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja, kamu bisa melakukannya di mana pun kamu berada. Untuk kamu yang termasuk bagian dari kalangan introvert, kamu bisa belajar sendiri di rumah secara otodidak. Justru, power introvert biasanya terletak di sini. Kalau sudah serius, pencapaian seorang introvert gak main main, lho! Kalau ekstrovert, kamu bisa belajar di luar rumah. Misalnya di cafe, di taman, pokoknya yang dilakukan bersama orang banyak. Biasanya kalau ramai-ramai belajar, rasanya pasti menyenangkan, bukan? 

Kalau kita membahas tentang tipe belajar masing-masing individu, pasti bakal panjang banget nih! Kita bahas lain kali saja ya...

Okay, back to the topic. Langsung saja kita baca, untuk apa sih kita belajar?

1. Dengan belajar, kamu bisa mengetahui banyak hal di dunia ini

Seperti yang kita ketahui, setiap pengetahuan memiliki bidangnya masing-masing. Kamu bisa memilih, bidang apa yang ingin kamu kuasai. Semakin dalam kita menimba ilmu, semakin banyak pula ilmu yang akan kamu dapatkan. Kamu akan merasakan sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya, sesuatu yang membuatmu merasa senang dan tertantang. Kamu bisa menekuni bidang itu dan menjadi ahli, kuncinya adalah kamu harus bersungguh-sungguh dan tetap konsiten.

2. Belajar dapat membantumu untuk menemukan apa yang ingin kamu capai

Setelah kamu mencoba untuk mencari tahu bidang mana yang ingin kamu kuasai, kamu akan memiliki keinginan untuk mendalami bidang yang membuatmu tertarik. Kalau kamu bisa mencapai keinginanmu, kamu akan merasakan yang namanya super bahagia. Setelah itu, kamu akan melakukan lagi dan lagi. Percayalah, ilmu itu tidak ada yang sia-sia! 

3. Tanpa kamu sadari, belajar dapat membantumu untuk menjadi pribadi yang lebih positif

Untuk bisa memiliki kepribadian yang baik, kamu juga harus belajar, 'kan? Kamu mulai memahami bagaimana perbedaan sudut pandang dan pendapat. Kamu akan lebih menghargai setiap orang dengan persepsinya masing-masing. Semua orang di dunia ini memiliki keunikan yang berbeda-beda, dan kita patut menghargainya. Selain itu, kamu juga sudah melakukan progress untuk membuat hidupmu menjadi lebih bermakna.

4. Kamu semakin dekat untuk menuju impianmu

Siapa sih yang tidak ingin mewujudkan impiannya? Semua orang pasti mau, bukan? Belajar adalah peran penting untuk mencapai sebuah kesuksesan. Kita dilahirkan untuk belajar. Misalnya, ketika balita yang sedang belajar untuk berjalan. Meskipun dia sering jatuh,dia tetap bangkit lagi. Hal yang harus kamu ketahui yaitu, dia sudah maju melangkah untuk menggapai apa yang dia inginkan. Lambat laun, balita tersebut bisa berjalan atau bahkan bisa berlari! Begitu juga denganmu, dari bayi saja kamu sudah  belajar. Apalagi di umurmu yang sudah matang ini. Kamu pasti bisa melakukannya!

5. Kamu membuat semua orang bangga, terutama untuk dirimu sendiri!

Yup! Ketika kamu sudah mewujudkan apa impianmu, kamu sudah membuat bangga orang tua, saudara, atau pun kakek dan nenekmu. Kamu juga pasti merasa bangga terhadap dirimu sendiri, dan kamu mendapatkan kebahagiaan yang 'tak ternilai harganya. Suatu saat, proses gagal bangkit yang sedang kamu lalui saat ini akan menjadi kenangan manis di masa depan.


Itu adalah beberapa penjelasan mengenai manfaat dari belajar. Jadi, untuk kamu yang saat ini sedang belajar, atau bahkan sedang memulai untuk belajar, semangat ya!



Salam manis,

Ekly ar ridescent

Comments

Popular posts from this blog

When some word means different to the different human

Somehow I don't like it when some of my journey to be considered as ' berjuang '. My mom says, "berjuang" everytime we talked about some moments when I let go of something to get something else bigger. She says this repeatedly, even after I show an uncomfortable face. It just doesn't feel right. I don't think that everything she said is worth to be considered as a fight or battle.  Am I ever sacrifice something precious to me? Yes.  Am I do it under pressure? Not always. Am I feel lost after 'pays' something I want? No. Am I trying super hard until get into fight or flight mode? Not for something I choose, not for something my mom always talk to. And then I asked myself, why am I feel uncomfortable for what my mom said? I have my own definition for 'berjuang' means. It's like putting all of my own strength into something that makes me cracked, so much pain, barely to get up or even walk, drained energy , for something quiet normal for o...

Early or Nocturnal

Berbicara tentang jam aktif tubuh, setiap orang pasti memiliki waktu yang berbeda-beda. Kalau saya sendiri lebih sering merasa produktif pada malam hari. Oke, ini cukup umum. Akan tetapi, produktif yang saya maksud di sini sedikit berbeda. Di malam hari saya merasa mampu melakukan sesuatu dengan sepenuhnya, namun terhalang oleh kapasitas energi manusia. Malam hari adalah waktu yang digunakan untuk beristirahat, bukan beraktivitas. Inilah cons -nya, keterbatasan tersebut yang membuat saya cukup frustasi dalam mengatur kegiatan agar dapat terlaksana secara efektif dan maksimal.  Produktif seperti apa sih yang saya maksud di sini? Baik, mari kita perjelas satu per satu. Saya adalah makhluk yang sangat tertarik dengan hal yang berhubungan dengan ide, fantasi, kebebasan, seni, dan masih banyak lagi. Termasuk ketika menulis artikel ini, saya melakukannya pada malam hari. Di atas jam tidur manusia pada umumnya. Meski begitu saya suka. Yah ... meskipun suka, saya belum berani melakukannya ...